PRUmy child and PRUjuvenile crisis cover

Kabar Gembira….

PRUDENTAL telah mengeluarkan produk terbaru. Pertama di Indonesia dan hanya satu-satunya Asuransi yang memiliki Produk yang memberi perlindungan kepada ibu hamil dan bayi sejak bayi masih di dalam kandungan.

 

Apa itu PRUmy child ?

PRUmy child merupakan produk inovatif – yang pertama di Indonesia – yang menyediakan perlindungan jiwa terkait investasi untuk anak Anda, sejak sebelum ia dilahirkan. PRUmy child memberikan perlindungan yang komprehensif mulai saat ia masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai ia dewasa kelak. Mulai dari perlindungan kesehatan, finansial, dan pendidikan.

By PRUDENTIAL FP ONE

10 Pekerjaan Berbahaya Bagi Jantung

KOMPAS.com – Meski kebanyakan orang tak berpikir penyakit jantung sebagai bagian risiko dari pekerjaan, beberapa karakteristik tertentu dari pekerjaan mungkin dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan masalah lainnya. Beberapa faktor yang berhubungan dengan pekerjaan, seperti duduk berjam-jam, stres, jam kerja tidak teratur, dan paparan bahan kimia tertentu atau polusi juga bisa membahayakan jantung Anda.

Ada beberapa tipe dan karakteristik pekerjaan yang sebenarnya mungkin dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung. Pekerjaan apa saja itu? Berikut adalah penjabarannya seperti dikutip Health.com:

1. Terlalu lama duduk

Orang yang sifat pekejaannya selalu menetap (minim aktivitas fisik) memiliki risiko lebih tinggi terkena masalah jantung daripada mereka yang pekerjaannya lebih aktif, kata Dr Martha Grogan, seorang ahli jantung dari Mayo Clinic, Rochester, Minnesotta.

Grogan mengatakan, tidak diketahui secara pasti mengapa hal ini bisa terjadi. Tetapi menurutnya, terlalu berlama-lama duduk dapat menyebabkan penurunan sensitivitas insulin dan enzim yang biasanya memecah lemak. Sebagai antisipasinya, Anda bisa berdiri dan berjalan-jalan sekali-sekali di tengah kesibukan pekerajaan Anda.

2. Polisi dan pemadam kebakaran

Penggabungan antara jenis pekerjaan yang cenderung tidak aktif dan memiliki tingkat stres tinggi – seperti melawan tindak kejahatan atau pemadam kebakaran – tidak bagus untuk kesehatan jantung. Sekitar 22 persen kematian pada polisi dan 45 persen pada petugas pemadam kebakaran kebanyak disebabkan karena penyakit jantung dibandingkan 15 persen jenis pekerjaan lainnya.

Bekerja berjam-jam, shift (jaga) malam, makan yang tidak sehat di tempat kerja, stres, paparan karbon monoksida atau polusi, serta faktor risiko lain, seperti hipertensi mungkin memainkan peran penting terhadap berkembangnya penyakit jantung. Jika Anda tidak dapat mengubah pekerjaan Anda, setidaknya Anda bisa melakukan perubahan dengan fokus pada hal-hal seperti makan sehat, olahraga, dan menurunkan tekanan darah – yang dapat Anda kendalikan.

3. Pengendara bus

Sopir bus lebih mungkin untuk mengalami hipertensi dibandingkan dengan pekerja lainnya, jelas Dr Peter L. Schnall, profesor kedokteran dari University of California, Irvine. Menurut Schnall, sopir bus berisiko mengalami tekanan dan stres saat melakukan pekerjaannya karena mereka membutuhkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan dan menjaga penumpang tetap aman.

Namun, meskipun Anda tidak dapat mengontrol stres atau polusi, Anda dapat mengatasi faktor-faktor risiko lainnya. Sebuah riset menunjukkan, 56 persen dari para sopir bus di Taipei telah didiagnosa hipertensi jika dibandingkan dengan 31 persen jenis pekerjaan lainnya. Mereka juga memiliki kolesterol tinggi, berat badan, trigliserida, dan penyakit jantung.

4. Pekerja shift

Pergeseran jadwal atau berganti shift malam umum terjadi di kalangan tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, dan lainnya. Orang-orang pada kelompok ini biasanya memiliki risiko lebih tinggi penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Bekerja shift sendiri dapat mengganggu irama sirkadian dan jam tidur seseorang yang memainkan peran penting dalam menjaga gula darah, tekanan darah, dan regulasi insulin. Tapi gaya hidup yang tidak sehat juga dapat menjadi faktor pemicu.

Pekerja shift malam tampaknya lebih mungkin untuk merokok, kata Dr Nieca Goldberg, direktur medis dari Joan H. Tisch Center for Women Health di NYU Langone Medical Center di New York City. Sementara itu durasi tidur yang pendek telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih besar.

5. Bartender

Banyak negara-negara bagian dan kota-kota di Amerika Serikat sudah memiliki undang-undang larangan merokok di restoran dan bar. Namun bartender yang bekerja di tempat-tempat yang tidak memiliki peraturan seperti itu memiliki risiko lebih besar untuk secara sengaja menghisap asap tembakau.

“Sudah jelas menunjukkan bahwa asap rokok secara signifikan meningkatkan risiko serangan jantung,” kata Dr Grogan.

6. Pekerja terowongan

Sebuah studi pada 1988 yang melibatkan lebih dari 5.000 pekerja terowongan di New York City menemukan bahwa orang yang pernah bekerja di terowongan transportasi memiliki peningkatan risiko kematian terkait jantung sebesar 35 persen ketimbang populasi umum.

“Ini intuitif. Para pekerja ini biasanya lebih berisiko terpapar tingkat yang lebih tinggi karbon monoksida dibandingkan dengan pekerja jembatan,” kata Dr Mauro Moscucci, kepala divisi kardiovaskular dari University of Miami Miller School of Medicine. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

7. Pekerja pabrik

Orang yang bekerja di pabrik atau pekerjaan yang sangat menuntut kuota namun tendah tingkat pengawasan atau kontrol dari pekerjaan, juga dianggap berada pada kelompok yang berisiko tinggi penyakit jantung. “Bekerja di luar kemampuan adalah sebuah stressor yang dapat mengarah ke penyakit jantung,” kata Dr Moscucci.

Sebuah penelitian dalam The Landmark Whitehall di mana melibatkan hampir 11.000 pegawai sipil Inggris menemukan bahwa pria dan wanita dengan kontrol pekerjaan rendah memiliki dua kali lipat mendapatkan penyakit jantung. Hal yang sama berlaku pula pada pekerja yang mendapat kontrol lebih besar.

8. Bekerja 11 jam lebih

Karyawan yang bekerja selama berjam-jam juga berisiko lebih tinggi. “Kami mengetahui ada hubungan antara beban kerja dan penyakit arteri koroner,” kata Dr Schnall.

Studi Whitehalljuga menemukan adanya peningkatan kasus penyakit jantung koroner (67 persen) pada pegawai negeri Inggris yang bekerja 11 jam atau lebih dalam sehari dibandingkan dengan mereka yang hanya bekerja 7 sampai 8 jam. Jika Anda tidak dapat mengurangi jam kerja, Anda dapat fokus pada faktor-faktor risiko lain yang dapat Anda kontrol seperti makan banyak buah dan sayuran, cukup tidur, dan melakukan aktivitas fisik selama beberapa minggu.

9. Pekerjaan tanpa asuransi kesehatan

Sekitar 50 juta orang Amerika Serikat, atau 1 dari 6 orang, tidak diasuransikan pada tahun 2010. Kurangnya asuransi kesehatan telah dikaitkan dengan buruknya kondisi kesehatan pada umumnya dan kesehatan jantung pada khususnya. Riset pada 2007 dalam Journal of American Medical Association menemukan, ada perbaikan tingkat kesehatan pada orang dewasa yang mendapat asuransi setelah sebelumnya mereka tidak diasuransikan.

10. Kehilangan pekerjaan

Meskipun ini tidak terkait antara jenis pekerjaan dan risiko serangan jantung, tetapi kehilangan pekerjaan juga bisa membahayakan kesehatan jantung. Riset menunjukkan, pekerja berusia lebih tua yang kehilangan pekerjaan bukan karena kesalahan mereka sendiri (misalnya, kantor atau pabrik bangkrut dan bukan karena masalah kesehatan) memiliki risiko dua kali lipat menderita stroke.

Bahkan sebuah studi dari ilmuwan Harvard pada 2009 menemukan, orang yang kehilangan pekerjaan mereka lebih mungkin untuk mengembangkan masalah baru, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung di kemudian hari.

By PRUDENTIAL FP ONE

Tahun 2011, Prudential Bayar Klaim Rp3,9 T

INILAH.COM, Jakarta – PT Prudential Indonesia telah membayar klaim Rp3,9 triliun pada tahun 2011 atau naik 18% dari tahun sebelumnya.

Demikian mengutip keterangan resmi perseroan, Kamis (19/4/2012). Tahun 2011 lalu, nasabah yang berrhasil dihimpun mencapai 1,4 juta atau naik 24% dari 2010. Jumlah ini mewakili 16% dari total jumlah nasabah asuransi jiwa individu di Indonesia.

Prudential Life Assurance meraih pendapatan premi hingga Rp14,8 triliun atau naik 47 persen di bandingkan 2010 sebesar Rp10 triliun. Kinerja ini didukung pertumbuhan pendapatan premi bisnis baru mencapai Rp7,9 triliun atau naik 63 persen dari 2010. Sedangkan untuk premi total syariah sebesar rp1,7 triliu aau naik 33 persen 2010. Dari jumlah tgersebut premi baru syariah tercatat sebesar Rp850 miliar atau tumbuh 114 persen dari tahun sebelumnya.

Kinerja keuangan Prudential Indonesia kuat di 2011 mencerminkan komitmen terbaik bagi Indonesia. Jumlah nasabah Prudential sebanyak 1,4 juta juga merupakan 16 persen dari total jumlah tertanggung perorangan sebanyak 8,9 juta orang,” kata William Kuan, Presdir Prudential Indonesia.

Selain itu, jumlah total dana kelolaan Prudential sebesar Rp27,5 triliun atau naik 23 persen. Hal ini memposisikan perseroan dalam lima besar investor di pasar modal Indonesia.

By PRUDENTIAL FP ONE

Peringkat Asuransi Terbaik 2011 versi majalah investor

 

JAKARTA –PT Prudential Life Assurance (Asuransi Jiwa) dan PT Asuransi Jaya Proteksi (Asuransi Umum) menerima penghargaan khusus Star Award dari Majalah Investor karena berhasil mempertahankan posisi terbaik lebih dari lima tahun secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut mereka terima dalam acara penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Rabu (6/7) malam.

Selain penghargaan khusus Star Award, 10 perusahaan asuransi nasional meraih predikat Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, masing-masing 5 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi.

Pada kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance  berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp  10 triliun. Pada kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun, penghargaan diberikan kepada dua perusahaan asuransi, yakni PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Indolife Pensiontama.

Dewan Juri menetapkan juara kembar pada kategori ini karena total nilai kedua perusahaan sama.

Sementara itu, PT Commonwealth Life berhasil mempertahankan posisi tahun lalu dengan meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp 2,5 triliun sampai Rp 5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang  meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Dewan Juri memutuskan tidak memberikan penghargaan untuk kategori aset Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pertimbangan mayoritas perusahaan pada kelompok ini mengalami penurunan kinerja.

Pada kelompok asuransi umum, 4 perusahaan yang meraih penghargaan tahun ini berhasil mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu.  PT Asuransi Adira Dinamika kembali meraih penghargaan  untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Jaya Proteksi  berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 250 miliar sampai Rp 500 miliar juga dipertahankan PT Asuransi Indrapura, sedangkan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk kembali meraih posisi terbaik untuk kategori aset  antara Rp 100 miliar sampai Rp 250 miliar.

Sementara itu, pada kategori reasuransi,  PT Maskapai Reasuransi  Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik.

Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini  mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2007 – 2010. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian  berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian di peringkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan tersebut.

Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi:
1. Pertumbuhan aset rata-rata 3 tahun (2007–2010)
2. Pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
3. Pertumbuhan ekuitas rata-rata 3 tahun (2007-2010)
4. Pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010)
5. Pertumbuhan premi neto rata-rata 3 tahun (2007-2010)
6. Pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 3 tahun (2007-2010)
7. Pertumbuhan hasil investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
8. Pertumbuhan laba bersih rata-rata 3 tahun (2007-2010)
9. Pangsa pasar premi neto tahun 2010
10. Rasio underwriting terhadap premi neto 2010
11. TATO (Total Aset Turn Over) 2010
12. ROA (return on assets) 2010
13. ROE (return on equity) 2010
14. RBC (risk based capital) 2010.

Sementara itu, 14  kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 3 tahun (2007-2010) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi.  Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 3 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal  berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri.  Seleksi  awal meliputi:
1. Laporan keuangan  2010 yang dipublikasi harus sudah diaudit
2. Laporan keuangan 2010 tidak mendapat opini disclaimer
3. RBC minimal  120%
4. Masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat
5. Tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan
6. Tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll)
7. Ekuitas minimal Rp 50 miliar
8. Aset asuransi umum tahun 2010 di atas Rp 100 miliar
9. Aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp 1 triliun
10. Tidak menderita rugi tahun 2010
11. Data lengkap.

Berdasarkan seleksi awal itu, ada 20 perusahaan asuransi jiwa dan 37  asuransi umum yang tidak lolos seleksi awal.

Selain itu, ada 3 perusahaan asuransi jiwa syariah tidak ikut diperingkat dengan pertimbangan tidak selaras diperingkat bersama asuransi non-syariah.

Dengan demikian, yang bisa diperingkat sebanyak 74 perusahaan, masing-masing 4 perusahaan reasuransi, 48 dari 87 asuransi umum dan 22 dari 45 asuransi jiwa.

By PRUDENTIAL FP ONE

Peringkat Asuransi Terbaik 2011 versi majalah Investor

JAKARTA –PT Prudential Life Assurance (Asuransi Jiwa) dan PT Asuransi Jaya Proteksi (Asuransi Umum) menerima penghargaan khusus Star Award dari Majalah Investor karena berhasil mempertahankan posisi terbaik lebih dari lima tahun secara berturut-turut.

Penghargaan tersebut mereka terima dalam acara penganugerahan penghargaan Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, di Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta, Rabu (6/7) malam.

Selain penghargaan khusus Star Award, 10 perusahaan asuransi nasional meraih predikat Asuransi Terbaik 2011 versi Majalah Investor, masing-masing 5 asuransi jiwa, 4 asuransi umum dan satu reasuransi.

Pada kelompok asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance  berhasil meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp  10 triliun. Pada kategori aset antara Rp 5 triliun sampai Rp 10 triliun, penghargaan diberikan kepada dua perusahaan asuransi, yakni PT AXA Mandiri Financial Services dan PT Indolife Pensiontama.

Dewan Juri menetapkan juara kembar pada kategori ini karena total nilai kedua perusahaan sama.

Sementara itu, PT Commonwealth Life berhasil mempertahankan posisi tahun lalu dengan meraih posisi terbaik pada kategori aset Rp 2,5 triliun sampai Rp 5 triliun, disusul PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha yang  meraih posisi terbaik untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun hingga Rp 2,5 triliun.

Tidak seperti tahun lalu, tahun ini Dewan Juri memutuskan tidak memberikan penghargaan untuk kategori aset Rp 100 miliar sampai Rp 1 triliun dengan pertimbangan mayoritas perusahaan pada kelompok ini mengalami penurunan kinerja.

Pada kelompok asuransi umum, 4 perusahaan yang meraih penghargaan tahun ini berhasil mempertahankan prestasi yang dicapai tahun lalu.  PT Asuransi Adira Dinamika kembali meraih penghargaan  untuk kategori aset di atas Rp 1 triliun. Sedangkan PT Asuransi Jaya Proteksi  berhasil menjadi perusahaan asuransi terbaik untuk kategori aset antara Rp 500 miliar sampai Rp 1 triliun. Posisi terbaik untuk kategori aset Rp 250 miliar sampai Rp 500 miliar juga dipertahankan PT Asuransi Indrapura, sedangkan PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk kembali meraih posisi terbaik untuk kategori aset  antara Rp 100 miliar sampai Rp 250 miliar.

Sementara itu, pada kategori reasuransi,  PT Maskapai Reasuransi  Indonesia Tbk kembali mempertahankan prestasi tahun lalu sebagai Reasuransi Terbaik.

Kriteria Pemeringkatan
Ketua Dewan Juri Herris Simandjuntak mengatakan, pemeringkatan tahun ini  mengacu pada laporan keuangan publikasi tahun 2007 – 2010. Berdasarkan data-data tersebut, kemudian dilakukan perhitungan dan penilaian  berdasarkan kriteria yang disepakati untuk asuransi jiwa maupun asuransi umum.

“Penetapan asuransi terbaik mengacu pada data laporan keuangan hasil publikasi yang kemudian di peringkat berdasarkan kriteria pemeringkatan yang disepakati,” ujar Herris dalam penganugerahan penghargaan tersebut.

Pemeringkatan kali ini menggunakan 14 kriteria baik untuk asuransi umum, asuransi jiwa, maupun reasuransi. Kriteria untuk asuransi umum meliputi:
1. Pertumbuhan aset rata-rata 3 tahun (2007–2010)
2. Pertumbuhan jumlah investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
3. Pertumbuhan ekuitas rata-rata 3 tahun (2007-2010)
4. Pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010)
5. Pertumbuhan premi neto rata-rata 3 tahun (2007-2010)
6. Pertumbuhan hasil underwriting rata-rata 3 tahun (2007-2010)
7. Pertumbuhan hasil investasi rata-rata 3 tahun (2007-2010)
8. Pertumbuhan laba bersih rata-rata 3 tahun (2007-2010)
9. Pangsa pasar premi neto tahun 2010
10. Rasio underwriting terhadap premi neto 2010
11. TATO (Total Aset Turn Over) 2010
12. ROA (return on assets) 2010
13. ROE (return on equity) 2010
14. RBC (risk based capital) 2010.

Sementara itu, 14  kriteria untuk asuransi umum, mayoritas sama dengan asuransi jiwa, kecuali kriteria pertumbuhan premi penutupan langsung 3 tahun (2007-2010) yang khusus berlaku untuk asuransi umum. Lalu pertumbuhan hasil underwriting 3 tahun (2007-2010) dan rasio underwriting terhadap premi neto yang berlaku untuk asuransi umum dan reasuransi.  Sedangkan kriteria pertumbuhan premi bruto 3 tahun khusus berlaku untuk reasuransi.

Tidak semua perusahaan asuransi ikut diperingkat. Ada sejumlah perusahaan tidak lolos seleksi awal  berdasarkan persyaratan yang ditetapkan Dewan Juri.  Seleksi  awal meliputi:
1. Laporan keuangan  2010 yang dipublikasi harus sudah diaudit
2. Laporan keuangan 2010 tidak mendapat opini disclaimer
3. RBC minimal  120%
4. Masih beroperasi hingga pemeringkatan ini dibuat
5. Tidak dalam status PKU (pembatasan kegiatan usaha) oleh Departemen Keuangan
6. Tidak dalam kondisi khusus (run off, masa transisi, dll)
7. Ekuitas minimal Rp 50 miliar
8. Aset asuransi umum tahun 2010 di atas Rp 100 miliar
9. Aset asuransi jiwa tahun 2010 di atas Rp 1 triliun
10. Tidak menderita rugi tahun 2010
11. Data lengkap.

Berdasarkan seleksi awal itu, ada 20 perusahaan asuransi jiwa dan 37  asuransi umum yang tidak lolos seleksi awal.

Selain itu, ada 3 perusahaan asuransi jiwa syariah tidak ikut diperingkat dengan pertimbangan tidak selaras diperingkat bersama asuransi non-syariah.

Dengan demikian, yang bisa diperingkat sebanyak 74 perusahaan, masing-masing 4 perusahaan reasuransi, 48 dari 87 asuransi umum dan 22 dari 45 asuransi jiwa.

Peringkat Asuransi Jiwa Terbaik 2011 berdasarkan Aset ,
Jumlah Investasi , ekuitas , cadangan teknis , premi netto , hasil investasi ,
Laba bersih , dan RBC . Kupas Tuntas Data Pokok Asuransi Jiwa , Majalah Investor
2011

Setiap perusahaan asuransi di Indonesia menerbitkan laporan keuangan tahunan.
Ada banyak data yang bisa kita ketahui dari laporan keuangan tersebut.
Antara lain Aset , Jumlah Investasi , ekuitas , cadangan teknis , premi netto , hasil investasi , Laba bersih , dan RBC.
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Perusahaan Asuransi Asing masih mendominasi peringkat pada tahun 2011.

Kami juga membuat list perusahaan asuransi jiwa dari yang terbesar sampai dengan terkecil sesuai beberapa kriteria

Berikut Kami Paparkan Kupas Tuntas Data Pokok Perusahaan Asuransi Jiwa Indonesia , berdasarkan berdasarkan Aset , Jumlah Investasi , ekuitas , cadangan teknis , premi netto , hasil investasi ,
Laba bersih , dan RBC
DATA POKOK LAPORAN KEUANGAN ASURANSI JIWA INDONESIA 2011
 Keterangan  :Warna Biru = Value terbesar
                     Warna Merah = Value Terkecil (Negative)
                     Data dalam satuan JUTAAN , kecuali RBC dalam %
Dari data tersebut , untuk lebih mudahnya , maka kami buat list sebagai berikut :

TOP TEN ASET TERBESAR ( Dalam Jutaan ) :

NO      NAMA                                                 ASSET
1          Prudential Life Assurance   Rp         25,144,633
2          AIA Financial                        Rp           20,118,013
3          Bumiputera 1912                    Rp           20,083,067
4          Manulife Indonesia                 Rp           17,683,679
5          Alianz Life                             Rp           11,711,661
6          Sinarmas                               Rp           11,446,045
7          Avrist Assurance                   Rp             9,532,202
8          Axa Mandiri Financial            Rp             8,488,165
9          Jiwasraya                              Rp             7,234,417
10        Sequis Life                            Rp             6,778,678

TOP TEN JUMLAH INVESTASI TERBESAR:

NO     NAMA                                                   JUMLAH INVESTASI
1          Prudential Life Assurance              Rp           23,346,388
2          AIA Financial                                      Rp           18,957,575
3          Manulife Indonesia                             Rp           16,983,473
4          Alianz Life                                           Rp           11,300,472
5          Sinarmas                                            Rp           11,123,069
6          Avrist Assurance                                Rp             9,291,851
7          Bumiputera 1912                                Rp             9,037,319
8          Axa Mandiri Financial                         Rp             8,035,481
9          Jiwasraya                                           Rp             6,777,135
10        Sequis Life                                         Rp             6,550,257

TOP TEN EQUITAS TERBESAR
NO     NAMA                                        EKUITAS
1          AIA Financial                         Rp             3,414,507
2          Prudential Life Assurance       Rp             3,269,241
3          Manulife Indonesia                  Rp             2,759,390
4          Indolife Pensiotama                Rp             2,122,145
5          Sinarmas                                 Rp             1,502,196
6          Avrist Assurance                     Rp             1,421,473
7          Alianz Life                               Rp             1,275,315
8          Jiwasraya                                Rp             1,004,196
9          Central Asia Raya                   Rp                980,735
10        Sequis Life                              Rp                847,582

TOP TEN CADANGAN TEKNIS TERBESAR
NO     NAMA                                     CADANGAN TEKNIS
1          Prudential Life Assurance   Rp          20,678,692
2          Bumiputera 1912                    Rp           19,235,479
3          AIA Financial                           Rp           15,617,068
4          Manulife Indonesia                  Rp           14,202,174
5          Alianz Life                               Rp             9,664,439
6          Sinarmas                                 Rp             9,604,487
7          Axa Mandiri Financial             Rp             7,561,184
8          Avrist Assurance                     Rp             7,343,036
9          Jiwasraya                                Rp             6,091,832
10        Sequis Life                              Rp             5,681,751

TOP TEN PREMI NETTO TERBESAR
NO     NAMA                                     PREMI NETTO
1          Prudential Life Assurance   Rp             9,715,331
2          Sinarmas                                 Rp             9,282,949
3          Mega Life                                Rp             6,683,478
4          Manulife Indonesia                  Rp             5,820,512
5          Alianz Life                               Rp             4,728,805
6          Bumiputera 1912                    Rp             4,690,845
7          Indolife Pensiotama                Rp             4,299,007
8          Jiwasraya                                Rp             3,498,828
9          AIA Financial                           Rp             3,409,881
10        Axa Mandiri Financial             Rp             2,771,314

TOP TEN HASIL INVESTASI TERBESAR:
NO     NAMA                                     HASIL INVESTASI
1          Prudential Life Assurance   Rp             5,315,473
2          AIA Financial                           Rp             3,481,918
3          Axa Mandiri Financial              Rp             1,507,490
4          Manulife Indonesia                  Rp             1,465,468
5          Sinarmas                                 Rp             1,392,068
6          Alianz Life                               Rp             1,346,750
7          Avrist Assurance                     Rp             1,063,360
8          Sequis Life                              Rp                863,905
9          Bumiputera 1912                    Rp                768,451
10        Jiwasraya                                Rp                669,565

TOP TEN LABA BERSIH TERBESAR (dalam Jutaan) :
NO     NAMA                                        LABA BERSIH
1          Prudential Life Assurance   Rp             2,341,375
2          Sinarmas                                 Rp                542,496
3          Axa Mandiri Financial              Rp                479,938
4          AIA Financial                           Rp                418,822
5          Alianz Life                               Rp                295,735
6          Manulife Indonesia                  Rp                270,829
7          Jiwasraya                                Rp                204,470
8          Sequis Life                              Rp                188,053
9          Avrist Assurance                     Rp                177,088
10        CIGNA                                     Rp                167,038

TOP TEN RBC TERBESAR : MINIMAL RBC SESUAI ATURAN PEMERINTAH ADALAH 120 % . RBC = Rasio Kecukupan Modal.
NO     NAMA                                                 RBC (%)
1          Zurich Topas Life                     4,223.86
2          Sequis Financial                         1,363.00
3          MNC Life                                    1,324.39
4          Pasaraya Life                             1,191.27
5          Multicor Life                                1,036.08
6          Prudential Life Assurance             766.00
7          Ace Life Assurance                       736.81
8          Axa Mandiri Financial                    718.00
9          Avrist Assurance                           711.00
10        AXA Life indonesia                        708.00

DAFTAR PERUSAHAAN ASURANSI JIWA YANG MENGALAMI KERUGIAN ( Laba Minus ) PADA TAHUN 2011 ( Dalam Jutaan )
NO     NAMA                                    LABA BERSIH
1          Multicor Life               Rp                 – (261)
2          Pasaraya Life              Rp                -(1,348)
3          MNC Life                   Rp                -(1,760)
4          Zurich Topas Life       Rp                -(14,462)
5          Recapital                     Rp               -(18,297)
6          Aviva Indonesia          Rp               -(23,274)
7          MAA Life                   Rp              -(23,376)
8          Generali Indonesia      Rp                -(32,639)
9          Syariah Mubarokah     Rp               -(49,188)
10        CIMB Sun Life           Rp               -(53,444)
11        Ace Life Assurance    Rp               -(60,088)
12        Great Eastern Life      Rp               -(144,989)
13        Bumi Asih Jaya           Rp              -(240,837)

TOP TEN RBC TERKECIL (Rasio Kecukupan Modal) Minimal 120 % sesuai aturan pemerintah. :
NO     NAMA                                   RBC (%)
1    Jiwasraya                                    155.74
2  Heksa Eka Life                              145.00
3  Adisarana Wanaarta                       144.57
4  Nusantara                                       140.29
5  MAA Life                                       137.00
6  Syariah Mubarokah                         133.00
7 Takaful Keluarga                         120.64  RBC Minimal
8 Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin   12.21    RBC Jauh Dibawah Minimal
9  Bakrie Life                                   0         Perusahaan Likuidasi            
10Bumi Asih Jaya                       -(963.81)  RBC Minus

By PRUDENTIAL FP ONE

Peringkat The Best Assurence Company 2012

 

Berdasarkan Penilaian Majalah Investor 2012 diatas adalah beberapa perusahaan asuransi 20 terbaik. Posisi pertama ditempati lagi oleh PT.PRUDENTIAL LIFE ASSURANCE , dengan penilaian aset diatas 15 Triliun.Selain itu Prudential pun menerima penghargaan Star Award sebagai Perusahaan Best Insurance yang mampu mempertahankan posisi terbaik lebih dari 5tahun berturut-turut.
Prudential Life Assurance berhasil menjadi best insurence di posisi pertama sejak tahun 2002 , walau Prudential Indonesia dikatakan perusahaan asuransi termuda di Indonesia, namun mampu bersaing baik dengan perusahaan asuransi yang sudah lebih lama berdiri di Indonesia. Selama 11 tahun Prudential mampu mempertahankan posisi terbaiknya, Anda jangan ragu menginvestasikan dana anda di Prudential , Prudential adalah satu-satunya perusahaan asuransi jiwa yang akan mampu bertahan 100tahun lagi.

By PRUDENTIAL FP ONE

Belilah Asuransi Dari Agen Berlisensi

Sebelum membeli sebuah produk asuransi, alangkah baiknya bila calon nasabah memahami benar seluk beluk asuransi yang ditawarkan kepadanya. Untuk itu anda dapat meminta bantuan agen asuransi (permohonan-ilustrasi).

Namun, perlu pula anda untuk berhati-hati karena seringkali agen asuransi melupakan kepentingan nasabahnya hanya demi mengejar target penjualannya saja. Seringkali mereka membujuk calon nasabah agar membeli produk asuransi yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan oleh nasabah. Seorang agen asuransi seharusnya membantu calon nasabah untuk memilih produk asuransi yang tepat guna bagi nasabahnya.

Yang perlu diperhatikan saat memilih asuransi

1. Memiliki Lisensi (Agen Berlisensi)
Karena kita membeli produk asuransi dari seorang agen asuransi jiwa, maka pastikanlah bahwa agen asuransi tersebut memiliki lisensi keagenan yang sah. Dimana lisensi ini dikeluarkan oleh asosiasi asuransi terkait, dimana untuk asuransi jiwa adalah Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Jadi, bila seorang agen menawarkan produk asuransinya kepada anda, mintalah kartu lisensi keagenan, periksa nama yang tertera pada kartu tersebut serta masa berlaku dari kartu lisensi tersebut.

Mengapa demikian? Karena sekarang ini seorang agen asuransi harus memenuhi syarat kualifikasi tertentu. Seorang agen harus menempuk pendidikan keasuransian dan lulus ujian sebagai seorang agen. Jadi seorang agen asuransi bukan hanya menjual produk melainkan juga harus dapat membantu menganalisa kebutuhan dan memberikan rekomendasi yang baik bagi calon nasabahnya.

2. Mintalah Penjelasan yang lebih rinci
Dalam membeli asuransi hendaknya kita memahami betuk produknya. Untuk itu mintalah penjelasan secara rinci kepada agen asuransi mengenai hal-hal penting pada produk yang ditawarkan, seperti apa saja yang dapat diklaim maupun tidak dapat, bagaimana proses bila nasabah mengalami musibah dan sebagainya.

3. Jaminan dan Manfaat yang Luas

Di dalam memilih asuransi, janganlah hanya tergiur oleh biaya premi yang murah saja tetapi perhatikanlah apakah premi tersebut dapat memberikan jaminan yang lebih luas atau tidak seperti manfaat apa saja yang terdapat didalamnya, berapa lama pembayaran preminya bagaimana kemudahan dalam klaim, dan sebagainya.

Agar tidak kecewa dikemudian hari, ada baiknya kita berhati-hati dan tidak sembarangan membeli asuransi dari agen yang tidak berlisensi, karena seperti telah diutarakan diatas, seorang agen bukanlah sekedar menjual produk asuransi tetapi ia harus dapat membantu calon nasabah sebagai konsultan keuangan dan secara bijak memberikan rekomendasi untuk memilih asuransi apa yang diperlukan agar dapat maksimal pemanfaatannya.

By PRUDENTIAL FP ONE

Rapor Merah untuk Kinerja Asuransi Jiwa

JAKARTA, KOMPAS.com — Krisis global yang menerpa akhir tahun 2008 lalu, ternyata juga berdampak bagi bisnis asuransi di Tanah Air. Utamanya,  bidang asuransi jiwa yang pada 2007 memanen untung besar.

Demikian kesimpulan kajian Biro Riset InfoBank yang tertuang dalam “Rating 126 Asuransi versi InfoBank 2009”.

“Tahun 2008 merupakan tahun terburuk bagi asuransi jiwa dalam 10 tahun terkahir ini yang mengalami nasib buruk, kinerja asuransi umum jauh lebih baik,” ujar Direktur Biro Riset InfoBank, Eko B Supriyanto, dalam Konferensi Pers Rating 126 Asuransi Versi InfoBank di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (29/6).

Selain gagal mempertahankan pertumbuhan bagi pemegang saham, lanjut Eko, asuransi jiwa juga gagal meningkatkan hasil investasi bagi pemegang polis, terutama nasabah produk unit link.

Biro Riset InfoBank mencatat, industri asuransi jiwa hanya mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 8,88 persen pada 2008. “Perolehan premi asuransi jiwa yang menikmati musim panen pada tahun 2007, investasinya merosot 1,30 persen dan labanya anjlok 29,13 persen pada tahun 2008,” kata Eko.

Untuk segmen perusahaan asuransi jiwa, lanjut Eko, hanya dua perusahaan di kelas premi bruto Rp 200 miliar ke atas yang meraih predikat sangat bagus, yaitu Asuransi Jiwa Manulife Indonesia di peringkat pertama dan Asuransi Jiwa Sinarmas di peringkat kedua.

Sedangkan, di kelas premi Rp 50 miliar sampai dengan Rp 200 miliar, ada tiga perusahaan asuransi yang berhasil meraih predikat sangat bagus yaitu Asuransi Jiwa Cigna (peringkat pertama), Asuransi Jiwa Central Asia Raya, dan Winterthur Life di peringkat kedua dan ketiga.

“Premi di bawah Rp 50 miliar juga ada tiga perusahaan yang mencatat predikat sangat bagus yakni Pasaraya Life Insurance (pertama), ACE Life Assurance (kedua), dan Asuransi Jiwa Nusantara (ketiga),” tegasnya.

Selain itu, terdapat juga lima perusahaan asuransi jiwa yang kinerjanya merah dan tidak meraih predikat, yakni Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya, Commerce International, General Indonesia, Bumi Masyarakat Mandiri, dan Tugu Mandiri. “Asuransi Jiwa Bakrie yang tidak ikut rating karena tidak mengeluarkan laporan keuangan publikasi kinerjanya diperkirakan juga mendapat nilai merah,” tuturnya.

Sebaliknya, kinerja asuransi umum tampak lebih baik pada rating InfoBank kali ini. Performa asuransi umum di hampir seluruh pos keuangan meningkat. “Secara industri berdasarkan 33 perusahaan asuransi umum, premi asuransi umum tumbuh 24,46 persen dan investasinya melonjak 19,11 persen,” jelasnya.

Berikut peringkat perusahaan asuransi umum terbaik:

Kelas Premi Rp 200 miliar:

1.Adira Insurance

2.Asuransi Tokyo Marine Indonesia

3.Asuransi Astra Buana

 

Kelas Premi Rp 50 miliar-Rp 200 miliar:

1.Asuransi Samsung Tugu

2.Sompo Japan Insurance Indonesia

3. Asuransi Citra Internasional Underwriter

 

Kelas Premi di bawah Rp 50 miliar:

1.Asuransi Dharma Bangsa

2.Asuransi Umum Centris

3.Batavia Mitratama Insurance.

 

Selanjutnya, terang Eko, di kelas industri asuransi umum hanya ada satu perusahaan yang predikatnya tidak bagus. “Hanya Pasific International Indonesia Insurance. Namun, ada enam perusahaan asuransi umum yang tidak bisa disertakan dalam rating kali ini karena ada yang belum mempublikasikan laporan keuangan, ada yang tidak lengkap dan satu perusahaan dalam proses likuidasi,” papar Eko.

Untuk rating tersebut, InfoBank melakukan pendekatan terhadap laporan keuangan publikasi perusahaan-perusahaan asuransi di Indonesia dengan 10 kriteria.”Antara lain RBC (risk based capital), rasio likuiditas, rasio cadangan premi dengan premi retensi, rasio beban pendapatan dengan pendapatan dan beberapa kriteria penting lainnya,” jelasnya.

By PRUDENTIAL FP ONE

Langkah-langkah Memilih Produk Asuransi

 Langkah-langkah Memilih Produk Asuransi
JAKARTA, KOMPAS.com – Asuransi jiwa saat ini memiliki beragam jenis produk. Oleh sebab itu, Anda perlu melihat mana produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai salah pilih produk bahkan salah pilih agen asuransi. Untuk itu, Anda perlu mengetahui sejumlah hal yang perlu dilakukan dalam memilih produk asuransi yang tepat.CEO TGRM Financial Planning Services, Taufik Gumulya, kepada Kompas.com, di Jakarta, mengemukakan beberapa hal yang perlu diamati nasabah yang mau memilih produk asuransi jiwa. “Kalau bicara asuransi jiwa, kita itu harus lihat perusahaan asuransinya dulu. Sebelum kita mengkalkulasikan kebutuhan-kebutuhan uang pertanggungannya berapa,” ujar Taufik.Kenapa perusahaan menjadi hal yang harus diperhatikan pertama kali oleh nasabah? Menurut Taufik, tidak sedikit perusahaan asuransi yang tutup atau tidak bertahan lama. Sementara asuransi bukan hanya milik nasabah yang memiliki produk asuransi semata. “Karena anda membeli suatu untuk masa depan keluarga loh, bukan masa depannya dia. Jadi ahli warisnya,” tambah dia.Nah, setelah memilih perusahaan yang jelas, maka nasabah harus melihat risk based capital (RBC) perusahaan asuransi. Secara sederhana, RBC merupakan suatu ukuran yang memcerminkan tingkat keamanan finansial perusahaan asuransi. Semakin besar rasionya, semakin sehat pula kondisi keuangan perusahaan.

“RBC-nya itu minimum 125 persen,” tegas Taufik. Artinya, persentase tersebut mengindikasikan perusahaan masih dapat membayar, jika suatu hari nanti semua nasabahnya melakukan klaim. “Masih ada spare (sisa) 25 persen, sederhananya gitu, sekalipun ada formulasi khusus (untuk menghitungnya),” tambah dia.

Kemudian, lanjut dia, baru nasabah mengkalkulasikan dirinya secara nilai ekonomis. Ini karena asuransi jiwa diperlukan bagi mereka yang mempunyai nilai ekonomis. “Jadi, anak-anak belum tepat untuk diasuransi jiwa, karena belum ada nilai ekonomisnya. Kecuali anak tersebut, menjadi selebriti (atau) menjadi bintang iklan, itu lain cerita,” terangnya.

Begitu pula dengan orang tua yang mempunyai anak-anak dengan kondisi mapan tidak tepat dikasih asuransi jiwa. “Jadi lebih tepat ke mereka yang usia produktif dalam hal ini. Kalau asuransi jiwa seperti itu,” ungkap Taufik.

Perhitungan nilai ekonomis diri nasabah nantinya akan berpengaruh pada perhitungan uang pertanggungan. Ini mengingat jika nasabah meninggal dunia, maka uang pertanggungan akan keluar dan diterima oleh ahli waris.

Mengenai uang pertanggungan, ia menegaskan, uang tersebut harus bisa menjadi modal keluarga untuk melangsungkan masa depannya. Baik untuk biaya pendidikan anak, biaya operasional rumah tangga hingga pensiun.

“Jadi, pertama kali saya menyarankan, (jika) Anda mau ambil asuransi jiwa lihat perusahaannya, karena ini untuk masa depan anak anda, istri anda, atau usaha anda. Setelah itu anda hitung nilai ekonomisnya. Di situ pilih produknya dengan benar,” tegas Taufik.

By PRUDENTIAL FP ONE

Prudential Cetak Premi Rp 11 Triliun

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat total pendapatan premi sebesar Rp 11 triliun untuk periode yang berakhir 30 September 2011, atau naik 52,7 persen jika dibandingkan dengan periode sama di tahun 2010. Sementara itu, pendapatan premi bisnis baru naik 69% atau senilai Rp 6 triliun dibandingkan kuartal III 2010, di mana produk unit link terus menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan pesat perusahaan.

“Keberhasilan unit link yang terus mendorong pendapatan premi bisnis baru kami dan tetap mencatat kontribusi tertinggi dari total penjualan pada kuartal III 2011, ini memperkuat optimisme kami tentang masa depan unit link di industri asuransi,” kata William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia.

Dengan mendengarkan dan memahami kebutuhan nasabah secara konsisten, serta dengan mengamati tren pasar dalam beberapa tahun terakhir, pihaknya percaya bahwa fleksibilitas dan transparansi unit link terus menjadi pendorong pertumbuhan industri asuransi jiwa selama ini.

Sebagai produk asuransi jiwa, unsur perlindungan yang ditawarkan dikombinasikan dengan potensi hasil investasi jangka panjang yang menarik, serta sifatnya yang fleksibel dan transparan, membuat produk unit link sangat diminati.

Hingga kini portofolio Prudential lebih dari 90% merupakan produk unit link, baik konvensional maupun yang berbasis syariah. Selama ini produk unit link premi reguler memprioritaskan dua hal, baik perlindungan jangka panjang maupun tabungan. Kombinasi yang baik antara perlindungan dan simpanan dapat dilihat dari kinerja bisnis perusahaan di mana rata-rata nasabah Prudential memiliki komposisi perbandingan alokasi premi sebesar 70 persen untuk perlindungan dan 30 persen untuk investasi.

Terus memahami kebutuhan nasabah dan menawarkan beragam bentuk perlindungan jiwa melalui beragam jalur pilihan distribusi merupakan rumusan perusahaan untuk memacu kinerja bisnis yang pesat. Contohnya seperti manfaat asuransi tambahan (rider) PRUearly stage crisis cover, yang menyediakan perlindungan pada tahap awal penyakit kritis. Sebanyak lebih dari 60% nasabah Prudential Indonesia memiliki asuransi tambahan penyakit kritis, di mana sejak PRUearly stage crisis cover diluncurkan Prudential Indonesia pada bulan Juli 2011, sebanyak 30% dari polis-polis baru Perusahaan telah mengikutsertakan asuransi tambahan ini ke dalam polis mereka. Statistik ini menunjukkan besarnya permintaan untuk perlindungan penyakit kritis dalam masyarakat.

Prudential Indonesia melakukan survei secara rutin guna semakin mendengarkan dan mendapatkan pemahaman atas kebutuhan masyarakat luas untuk perlindungan penyakit kritis. Melalui PRUearly stage crisis cover, Prudential juga menyediakan dukungan finansial kepada masyarakat Indonesia beserta keluarganya sejak saat mereka didiagnosa menderita penyakit kritis. Hasil pengamatan melalui survei ini semakin menguatkan posisi unit link sebagai produk asuransi jiwa yang mengutamakan unsur perlindungan, di mana manfaat utamanya dilengkapi dengan ragam pilihan manfaat tambahan yang memenuhi kebutuhan perlindungan terhadap beragam risiko.

Sources : Majalah SWA

By PRUDENTIAL FP ONE